Selasa, 10 Juli 2012















Mengatur Format Font

Model huruf
Model yang umum dipakai adalah teks miring (italik) atau tebal (bold). Umumnya program browser mempergunakan tag em untuk huruf italik dan tag strong untuk huruf tebal. Misalnya anda ingin menuliskan kode em agar huruf tampil berbentuk italik dan tebal dan menuliskan kode strong untuk huruf tebal uppercase, perintahnya dituliskan sebagai berikut :
em { font-style: italic; font-weight: bold; } strong { text-transform: uppercase; font-weight: bold; }
bila gagal dapat ditambahkan perintah ini :
h2 { text-transform: lowercase; }
Mengatur ukuran huruf
Kebanyakan program browser mempergunakan huruf yang lebih besar untuk heading yang penting sifatnya. Bila anda menimpa ukuran defaultnya, anda menempuh resiko yaitu huruf menjadi tampak lebih kecil khususnya bila anda mempergunakan ukuran yang anda tambahkan tersebut dengan ukuran titik (point). Karenanya anda disarankan untuk melakukan pengaturan ukuran huruf dengan ukuran yang sama.
Contoh berikut mengatur ukuran heading dalam persen relatif terhadap ukuran teks normal.
h1 { font-size: 200%; }
h2 { font-size: 150%; }
h3 { font-size: 100%; }
Mengatur jenis huruf
Bisa saja jenis huruf favorit anda tidak bisa ditampilkan oleh berbagai jenis browser. Untuk mengatasi hal ini anda dapat menuliskan beberapa jenis huruf yang tidak dapat ditampilkan oleh hampir semua browser. Ada beberapa jenis huruf generik yang dijamin cocok, sehingga anda kami sarankan untuk mengakhiri daftar perintah HTML anda dengan salah satu jenis huruf berikut : serif, sans-serif, cursive, fantasy, atau monospace, contoh :
body { font-family: Verdana, sans-serif; }
h1,h2 { font-family: Garamond, Times New Roman, serif; }
Dalam contoh ini heading penting akan ditampilkan dalam bentuk huruf Garamond, bila gagal maka akan ditampilkan dalam bentuk Times New Roman, dan bila juga masih tidak dapat tampil, maka akan tampil sebagai huruf serif. Teks paragraf akan ditampilkan dengan huruf Verdana atau bila masih tidak tampil juga, maka browser masih dapat menampilkannya dengan jenis huruf standar sans-serif.
Cara menghindari masalah huruf dan batas tepi halaman web
Pertama pergunakan elemen p untuk mencegah teks pada body tulisan yang tidak dapat ditampilkan dengan baik.Contoh :
<h2>Spring in Wiltshire</h2>
Blossom on the trees, bird song and the sound of lambs bleating in the fields.
Teks yang ditulis mengikuti sebuah heading dapat menimbulkan akibat tampilan jenis huruf yang berbeda pada beberapa jenis program browser. Anda disarankan segera menutup teks pada paragraf tersebut. Contoh :
<h2>Spring in Wiltshire</h2>
<p>Blossom on the trees, bird song and the sound of lambs bleating in the fields.</p>
Kedua pergunakan selalu elemen pre ketika anda menuliskan pengaturan jenis huruf yang anda pergunakan.
pre { font-family: monospace; }
Ketiga pergunakan elemen p dan ul pada waktu mengatur jenis huruf untuk heading. Khususnya ketika anda melakukan pengaturan border atau warna halaman web anda dengan elemen div. Beberapa jenis program browser tidak dapat melakukan pengaturan huruf dengan baik dan cenderung lupa sehingga huruf heading anda tampak menjadi huruf standar saja. Untuk menghindari hal ini anda dapat menuliskan perintah HTML sebagai berikut :
h1,h2,h3,h4,h5,p,ul { font-family: sans-serif; }


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar